MATERI GAMTEK KELAS X - SEMESTER 2

MATERI GAMBAR TEKNIK OTOMOTIF KELAS X - SEMESTER 2



Memasuki tahun ajaran baru, para guru mulai mempersiapkan perangkat pembelajaran di kelas. Di antaranya RPP, Silabus, dan yang utama materi pembelajaran.

Hal itu berlaku juga bagi guru SMK yang mengampu mata diklat Teknik Otomotif.

Untuk memudahkan guru dalam menyiapkan materi pembelajaran, berikut kami tampilkan satu folder materi untuk mata diklat Gambar Teknik Otomotif Semester 2.

Read more

Membuat Flasher Yuk !!!

Berapa harga sebuah flasher atau lampu sign ? Terakhir saya membelinya adalah Rp. 10.000,00 , tidak terlalu mahal, tapi yang mengecewakan adalah kualitasnya.
Begini, pada setiap flasher ada keterangan pin / kaki-kakinya plus spesifikasi lampu yang digunakan. Biasanya tertulis 4 x 10 Watt, itu artinya flasher tersebut dapat digunakan untuk menyalakan 2 buah lampu masing-masing 10 Watt (untuk lampu sein <sign bro!> depan belakang) secara bergantian dengan sepasang lagi (kiri atau kanan). Nah, pada saat digunakan ternyata daya lampu tidak terakomodasi dengan memuaskan, bila diberi lampu 10 Watt 2 biji hasilnya flasher tidak kuat, berbau hangus, cepat rusak, atau lampu berkedip tidak teratur.
Ini masalah !!!
Karena itulah saya mencari rangkaian flasher yang murah dan terpenting : handal !!!
Ini dia rangkaiannya :


Rangkaian yang sangat sederhana, ini komponen yang kita butuhkan :

Sebuah resistor 180 ohm Rp. 50,00
Sebuah kapasitor 4700 uF Rp. 1250,00
Sebuah relay Rp. 1000,00
Totalnya tidak sampai Rp 2500,00 ajah !!!
Cara kerjanya juga sangat sederhana !!! Baca ya, supaya paham....

Saat supply diberikan kapasitor akan terisi sehingga tegangan di antara kaki-kakinya menjadi 12 Volt (sesuai tegangan supply), hal ini menyebabkan relay "on" dan 'common' terhubung ke 'normally open', akibatnya lampu menyala. Padahal dengan terhubungnya 'common' dan 'normally open' artinya terjadi rangkaian tertutup antara kapasitor dan resistor, akibatnya energi dalam kapasitor terbuang oleh resistor dan turunlah tegangan kapasitor sehingga relay kembali "off" dan lampu pun padam, itu juga berarti rangkaian kapasitor dan resistor terbuka kembali sehingga kapasitor terisi kembali dan relay "on" lagi, demikian seterusnya sehingga efek yang terlihat adalah seolah-olah lampu berkedip-kedip. Kecepatan kedip dapat diatur dengan mengubah nilai kapasitor dan resistor. Prinsipnya, makin besar kapasitor dan resistor, makin lama interval berkedipnya. Tapi tidak sebarang nilai kapasitor dan resistor dapat dipakai (maksudnya digunakan kapasitor kecil <supaya semakin murah> dan resistor besar <harga resistor sama semua>) , yang kedipannya standar dan paling oke ya itu ajah ....


Ini gambar komponennya


Ini jadinya


Lihat video hasilnya :
Ini untuk aplikasi lampu 5 Watt

Ini untuk aplikasi lampu 10 Watt

Ini untuk aplikasi lampu 55 Watt

Kesimpulannya rangkaian yang kita buat ini tidak dipengaruhi oleh daya lampu, asalkan tegangan lampu sama dengan tegangan relay dan tegangan sumbernya. Jadi jika sumbernya 6 Volt, semua komponen tinggal diganti yang versi 6 Volt juga, mudah bukan ???

Problem yang mungkin muncul :
  • Pada relay terdapat kontak yang konon sering aus, apalagi bila dilewati arus besar ??? Mudah !!! Bila anda membeli relay yang transparan akan terlihat susunan kontak-kontaknya, nah bukalah cover transparan itu kemudian teteskan minyak (terserah apa ajah, pokoknya minyak) pada kontak-kontak tersebut, dijamin kontak-kontak relay akan awet.
Semoga berguna, selamat mencoba !!!!

Read more

Rangkaian Flasher LED Motor/Mobil Sedehana dengan 3 komponen


Rangkaian Flasher LED Motor/Mobil Sedehana dengan 3 komponen

Cara Membuat Flasher Led sederhana 2 PIN
Rangkaian flasher led ini sangat sederhana, hanya menggunakan 3 buah komponen dengan biaya kurang dari 3 ribu rupiah. Flasher adalah alat untuk membuat lampu sein/rihting menyala berkedip-kedip, timing kedipnya biasanya 85 kedipan/menit
Adapun komponen yang diperlukan adalah :
1.Transistor NPN D313 atau sejenis
2.Resistor 1K
3.Led kedip 1 warna



Led kedip 1 warna adalah led yang sudah ada chip flip flop didalamnya sehingga berkedip nyala padam dengan timing sekitar 85 kedip/menit, Waktu kedip ini sesuai dengan flasher bawaan motor / mobil

Led kedip 1 warna inilah yang digunakan untuk memicu transistor dan memperkuatnya untuk menghasilkan kedipan secara simultan.
Led kedip 1 warna sekarang sudah banyak dijual ditoko electronik atau toko online,

Ingat, hanya led kedip 1 warna yang bisa membuat rangkaian ini bekerja, led kedip 2 warna / 3 warna / led biasa tidak akan bekerja.
Tidak seperti rangkaian flasher yang menggunakan relay, rangkaian flasher ini durasi kedipan nya tetap/konstan tidak terpengaruh oleh besarnya tegangan input dan besarnya daya lampu led yang digunakan,tegangan kerja tergantung tegangan led yang digunakan biasanya 12v max 2A tergantung transistor yang digunakan.

Skema Rangkaian:








Rangkaian ini dapat digunakan untuk sein yang menggunakan lampu led /lampu led variasi / modul led /led strip dll, pemasangan secara seri Input ke + batere Output ke + Lampu led, atau bisa juga dihubungkan ke relay untuk penggunaan yang lebih luas
Read more

Membuat Lampu Rem Motor Berkedip



Membuat Lampu Rem Motor Berkedip




Para pengguna jalan raya seperti para pekerja di luar kota yang biasa berkendaraan sepeda motor setiap harinya, para “biker” ataupun para pemudik lebaran tak pernah lepas dari permasalahan yang ada dan terjadi ketika berkendara di jalan raya. Salah satu permasalahan itu adalah tentang kejelasan nyala lampu rem.
Lampu rem sepeda motor seringkali tidak terlihat jelas apakah sedang menyala ataukah tidak, terutama ketika lampu penerangan memang sedang menyala juga. Pengendara di belakangnya bisa salah langkah karena tidak mengira bahwa motor di depannya sedang melakukan pengereman. Hal yang terlalu mendadak bisa membuat respon yang kurang siap. Tentu saja ini cukup berbahaya jika sedang berkendara di jalan raya dengan kendaraan-kendaraan yang berkecepatan tinggi.

Rangkaian berikut bisa diterapkan sebagai penjelas bahwa lampu rem sepeda motor sedang menyala, yaitu dengan membuatnya berkedip cepat. Respek mata terhadap cahaya berkedip ternyata memang lebih baik daripada cahaya yang tidak berkedip.



Rangkaian ini dibuat untuk kendaraan dengan tegangan accu/baterai 12V.
Jantung rangkaian ini adalah IC timer yang cukup populer, yaitu IC 555.
IC dikonfigurasikan sebagai astable multivibrator dengan timing (pewaktuan) yang ditentukan oleh R1, R2, dan C1. Dengan nilai sebagaimana yang dicantumkan IC akan mengeluarkan sinyal-sinyal blok pada frekwensi 8Hz. Duty cycle mendekati 50%.
Pada keluaran IC 555 (pin 3) dipasang transistor T2. Arus basisnya dibatasi oleh R3.
Setiap kali keluaran IC berlevel “high” maka T2 akan aktif. Kolektor-emitornya akan menarik arus sehingga basis T1 mendapatkan tegangan negatif terhadap emitornya. Ini menyebabkan T1 menjadi aktif juga dan kolektor-emitornya akan menghantar. Apabila pada kolektor T1 dipasang sebuah lampu, maka lampu ini akan menyala.
Ketika keluaran IC berlevel “low” maka T2 akan tidak aktif, begitu pula T1 sehingga lampu tidak menyala. Keadaan ini berlangsung berganti-ganti sehingga lampu akan hidup-mati (berkedip) secara periodik. Hal yang perlu dimaklumi adalah bahwa semua lampu dengan elemen pijar (lampu bohlam) tidaklah menyala dengan sekejap dan mati dengan sekejap pula. Respon terhadap tegangan untuk menyala adalah lambat, begitupun ketika matinya. Karena itu jika setelan frekwensi kedip terlalu cepat maka lampu hanya tampak bergelombang saja cahayanya. Hal ini akan berbeda apabila lampu menggunakan jenis LED. Kedipan nyala Led akan lebih spontan.
Di sini memang dipaparkan untuk penggunaan lampu berelemen pijar (lampu asli bawaan sepeda motor), tetapi bisa saja diganti dengan lampu dari susunan Led buatan sendiri.
Tentang penyusunan dan perhitungan tekhnisnya telah diulas dalam : Perhitungan resistor untuk Led, susunan seri dan paralel .

Daftar komponen :
R1 = 39k
R2,R5 = 1k
R3 = 1k5
R4 = 390 Ohm
C1 = 2,2uF/50V
C2 = 100uF/25V
D1,D2 = 1N4002
T1 = A614 / TIP 42A
T2 = FCS 9013
IC = NE 555

Catatan :
Frekwensi kedipan bisa dipercepat dengan mengganti R1 menjadi 33k. Untuk frekwensi kedipan yang lebih variatif, R1 bisa diganti dengan sebuah potentiometer atau trimpot. Gambar skemanya akan menjadi seperti pada gambar (B) di atas.
VR1 = 50k

Perhatikanlah bahwa apabila rangkaian ini telah dibuat, ada tiga kabel yang keluar dari rangkaian. Satu untuk kabel tegangan input (in), satu untuk kabel tegangan keluaran (out) yang akan disambungkan ke lampu bagian rem, dan satunya lagi untuk ground (disambungkan ke body kendaraan).
Rangkaian ini telah diuji coba pada motor Honda Supra-X 125R. Umumnya pola sambungan lampu belakang untuk yang se-merk adalah sama. Untuk merk atau type lain tidak masalah, asalkan lampu rem yang digunakan adalah lampu yang di dalamnya terdapat dua elemen pijar, satu untuk lampu nyala belakang dan satu lagi untuk lampu indikator rem.
Dan pastikanlah bahwa pola sambungan lampunya adalah seperti yang diperlihatkan pada gambar (C).
Sisi C lampu terhubung ke ground (body). Apabila sisi C lampu ternyata tidak terhubung ke ground, maka berarti pola sambungannya berbeda, rangkaian ini tidak bisa diterapkan.
Untuk type tertentu seperti Honda Vario 125 rangkaian ini tetap bisa diterapkan meskipun menggunakan lampu rem yang tersendiri (terpisah dengan lampu nyala belakang). Yang penting sambungan + (positif) untuk lampu-lampu rem bisa diketahui dan lalu dilakukan langkah-langkah sebagaimana yang akan disebutkan.

T1 memerlukan keping pendingin, karena ketika transistor ini beroperasi ia dialiri arus yang lumayan besar untuk ukurannya sehingga menimbulkan panas.

Langkah pemasangan :
Dalam keadaan kunci kontak off, bukalah kap jok (tempat duduk) motor. Bukalah penutup lampu belakang dan penutup samping hingga terlihat sambungan tiga kabel dari soket lampu belakang. Carilah kabel yang terhubung dengan penyalaan lampu rem, caranya adalah dengan menggunakan AVO meter pada posisi DCV 50. Tuas hitam ditempelkan pada bagian body logam motor (ground), dan ujung tuas merah dicolokkan ke dalam salah satu lubang soket sambungan lampu belakang.
Lalu nyalakan kunci kontak tapi jangan hidupkan mesin dan juga lampu penerangan (lampu depan). Setelah itu injaklah pedal rem. Lihatlah pada AVO meter, apakah ada tegangan?
Colokkan ujung tuas merah ke lubang soket lainnya jika AVO meter belum menunjukkan adanya tegangan. Jika sudah terlihat ada tegangan ketika pedal rem diinjak, maka tandailah kabel yang terhubung dengan itu sebagai kabel lampu rem. Matikanlah kembali kunci kontak.
Pada sepeda motor Honda Supra-X 125R kabel lampu rem itu adalah yang berwarna hijau bergaris kuning.
Putuskanlah kabel lampu rem itu. Setelah terputus, sambungkan kabel putusan yang (tersambung) ke arah lampu rem dengan kabel out dari rangkaian. Dan kabel putusan yang satunya lagi sambungkan dengan kabel in dari rangkaian. Pastikan sambungan-sambungan kabel cukup baik, kalau perlu disolder. Isolasi setiap sambungan dengan isolator yang bagus.
Setelah itu sambungkan kabel ground rangkaian ke body motor.
Sebagai bagian akhir, pastikan bahwa rangkaian benar-benar terlindung dari air. Bungkuslah dengan plastik lalu diisolasi dengan rapat jika memang diperlukan.
Silahkan mencoba...
Read more